Dangdut: sejarah, ciri khas, dan dangdut koplo

Dangdut adalah genre musik Indonesia yang berakar dari orkes Melayu, dengan pengaruh musik film India dan musik Arab. Penandanya adalah pukulan gendang dan tiupan suling.

Oleh Redaksi Sumo38 · Editor Rizky Ramadhan · 2 menit baca · Diperbarui

Mulai baca
  1. Asal nama dangdut0:10
  2. Sejarah singkat0:26
  3. Ciri khas dan alat musik0:21
  4. Dangdut koplo dan turunan lain0:23
  5. Mulai dengar dari mana0:18
  6. Artikel tentang dangdut0:25
  7. Pertanyaan umum0:17

Asal nama dangdut

Nama dangdut meniru bunyi gendang: pukulan "dang" yang nyaring disusul "dut" yang rendah. Sebutan ini mulai dipakai pada awal 1970-an. Pada mulanya bernada mengejek, lalu diterima sebagai nama resmi genre.

Sejarah singkat

Pada 1950-an dan 1960-an, orkes Melayu memainkan lagu berirama Melayu yang menyerap melodi film India. Dari situ lahir bunyi yang kemudian disebut dangdut.

Rhoma Irama membentuk Soneta Group pada 1970 dan memasukkan gitar listrik bergaya rock ke dalam dangdut. Ia dijuluki Raja Dangdut, sedangkan Elvy Sukaesih dijuluki Ratu Dangdut. Sepanjang 1970-an dan 1980-an, dangdut menyebar lewat film, kaset, dan radio.

Pada 2003, Inul Daratista muncul di televisi nasional dan memicu perdebatan luas soal goyangan panggung. Peristiwa itu sekaligus membawa dangdut dari Jawa Timur ke penonton nasional.

Ciri khas dan alat musik

  • Gendang. Sepasang gendang kecil yang dimainkan dengan jari dan telapak tangan, mirip tabla dari India. Inilah sumber bunyi "dang-dut".
  • Suling bambu. Mengisi sela di antara baris vokal.
  • Cengkok. Liukan nada pada vokal. Bagian ini yang paling sulit ditiru penyanyi dari genre lain.
  • Gitar, mandolin, dan kibor. Gitar listrik masuk sejak 1970-an, kibor sejak 1980-an.
  • Lirik sehari-hari. Temanya patah hati, rindu, nasihat, dan kesulitan hidup.

Dangdut koplo dan turunan lain

Dangdut koplo tumbuh di Jawa Timur pada 1990-an. Pukulan kendangnya lebih rapat dan temponya lebih cepat daripada dangdut klasik. Koplo biasa membawakan ulang lagu dari genre lain, termasuk pop dan rock.

TurunanCiri
Dangdut klasikGendang dan suling dominan, tempo sedang
Rock dangdutGitar listrik berdistorsi, dipelopori Soneta
Dangdut koploKendang rapat, tempo cepat, banyak lagu daur ulang
Pop Jawa dan campursariLirik berbahasa Jawa dengan irama koplo atau gamelan
Dangdut remixKetukan elektronik menggantikan sebagian kendang

Mulai dengar dari mana

  • Dangdut klasik: Rhoma Irama, Elvy Sukaesih, Meggy Z, Evie Tamala.
  • Koplo: Via Vallen, Nella Kharisma, Happy Asmara.
  • Pop Jawa: Didi Kempot, Denny Caknan. Lagu "Kartonyono Medot Janji" (2019) adalah pintu masuk yang mudah.

Dangdut dan koplo hampir selalu berhasil untuk kumpul bareng karena banyak orang hafal reff-nya. Bila ingin genre Indonesia yang lebih tenang, coba keroncong.

Artikel tentang dangdut

  1. Ketipung: gendang dangdut yang meniru tabla dari IndiaAsal, bentuk, cara main, dan perbedaan ketipung dengan tabla serta kendang Jawa.3:13
  2. Makna lagu Aku Dah Lupa dari Mikky dan Zia tentang melupakan mantanLagu hipdut tentang lega dan bebas setelah berhasil melupakan mantan kekasih.2:29
  3. Makna lagu Garam dan Madu (Sakit Dadaku) dan capaiannyaLagu hipdut tentang rindu dan ragu yang memuncaki tangga lagu Indonesia dan Malaysia.2:39
  4. Profil Gustiwiw, pencipta Diculik Cinta dan gaya musik endikupMusisi muda Bekasi yang menyebut musiknya endikup, pemenang anumerta AMI Awards 2025.2:40

Pertanyaan umum

Apa beda dangdut dan dangdut koplo?

Dangdut koplo memakai pola kendang yang lebih rapat dan tempo yang lebih cepat. Koplo lahir di Jawa Timur pada 1990-an dan sering membawakan ulang lagu dari genre lain.

Siapa yang disebut Raja Dangdut?

Rhoma Irama. Ia membentuk Soneta Group pada 1970 dan memasukkan gitar listrik bergaya rock ke dalam dangdut.

Baca juga

Sedang dibacaPembuka

0:00