Jazz: sejarah, ciri khas, dan album untuk pemula

Jazz adalah musik yang lahir di New Orleans pada awal abad ke-20 dan bertumpu pada improvisasi: pemain mengarang melodi saat itu juga di atas rangkaian akor yang sudah disepakati.

Oleh Redaksi Sumo38 · Editor Rizky Ramadhan · 2 menit baca · Diperbarui

Mulai baca
  1. Ciri khas jazz0:21
  2. Sejarah singkat dan aliran0:21
  3. Jazz di Indonesia0:17
  4. Album untuk pemula0:22
  5. Cocok untuk suasana apa0:14
  6. Artikel tentang jazz0:28
  7. Pertanyaan umum0:19

Ciri khas jazz

  • Improvisasi. Setelah melodi utama dimainkan, pemain bergiliran mengarang solo. Dua rekaman lagu yang sama bisa terdengar sangat berbeda.
  • Swing. Ketukan dibagi tidak rata, panjang lalu pendek, sehingga irama terasa berayun.
  • Sinkopasi. Tekanan jatuh di tempat yang tidak diduga, di antara ketukan utama.
  • Akor yang kaya. Jazz memakai akor dengan nada tambahan, yang memberi warna lebih rumit daripada akor pop.
  • Percakapan antarpemain. Pemain saling menanggapi, bukan sekadar mengiringi.

Sejarah singkat dan aliran

Jazz tumbuh di komunitas Afrika-Amerika di New Orleans, dari perpaduan blues, ragtime, dan musik barisan tiup. Sejak itu jazz berganti wajah hampir tiap dekade.

AliranEraCiri
Swing1930-anBig band, musik untuk berdansa
Bebop1940-anGrup kecil, tempo cepat, solo rumit
Cool jazz1950-anLebih tenang dan lapang
Hard bop1950-anBebop dengan pengaruh blues dan gospel
Modal jazzAkhir 1950-anImprovisasi di atas tangga nada, bukan pergantian akor
Fusion1970-anAlat listrik dan irama rock atau funk

Jazz di Indonesia

Bubi Chen dan Jack Lesmana termasuk generasi awal jazz Indonesia. Indra Lesmana meneruskannya sejak 1980-an. Joey Alexander, pianis kelahiran Bali, masuk nominasi Grammy pada 2016 saat berusia 12 tahun.

Java Jazz Festival digelar di Jakarta sejak 2005. Jazz Gunung digelar di kawasan Bromo sejak 2009. Keduanya memperkenalkan jazz kepada penonton yang sebelumnya tidak mengikutinya.

Album untuk pemula

  • Miles Davis, Kind of Blue (1959). Tenang dan lapang. Album yang paling sering disarankan sebagai pintu masuk.
  • Dave Brubeck Quartet, Time Out (1959). Memuat "Take Five" yang berbirama 5/4.
  • John Coltrane, A Love Supreme (1965). Lebih intens. Dengarkan setelah dua album di atas.
  • Ella Fitzgerald. Untuk jazz vokal, mulai dari rekaman lagu-lagu standar.

Saran mendengarkan: ikuti satu alat musik dari awal sampai akhir lagu. Pada putaran berikutnya, pindah ke alat lain.

Cocok untuk suasana apa

Jazz balada dan cool jazz cocok untuk teman hujan. Jazz instrumental bertempo pelan bisa dipakai untuk fokus kerja. Bebop kurang cocok untuk bekerja karena solonya menuntut perhatian.

Akor jazz juga menjadi bahan utama lo-fi, yang sering memakai potongan rekaman piano jazz.

Artikel tentang jazz

  1. Album A Matter of Time dari Laufey: isi, tema, dan capaian tangga laguAlbum ketiga Laufey: 14 lagu, posisi 4 Billboard 200, dan satu piala Grammy.2:44
  2. Daftar pemenang Grammy 2026 kategori jazz dan album yang perlu didengarEnam kategori jazz di Grammy ke-68, dari Samara Joy sampai Nate Smith.3:18
  3. Profil Joey Alexander, pianis jazz asal Bali yang masuk nominasi GrammyPianis kelahiran Denpasar yang belajar sendiri, pindah ke New York, dan kini punya delapan album.3:09
  4. Profil Samara Joy, penyanyi jazz muda dengan enam piala GrammyPenyanyi jazz kelahiran 1999 dari Bronx yang sudah mengumpulkan enam Grammy.3:14

Pertanyaan umum

Apa yang dimaksud improvisasi dalam jazz?

Improvisasi berarti pemain mengarang melodi saat itu juga, di atas rangkaian akor lagu yang sedang dimainkan. Solo itu tidak ditulis sebelumnya.

Album jazz apa yang cocok untuk pemula?

Kind of Blue dari Miles Davis (1959) paling sering disarankan karena tenang dan mudah diikuti. Time Out dari Dave Brubeck Quartet adalah pilihan kedua yang baik.

Baca juga

Sedang dibacaPembuka

0:00