Keroncong: sejarah, alat musik, dan jenisnya
Keroncong adalah musik Indonesia bertempo tenang yang berakar dari musik pelaut Portugis abad ke-16. Penandanya adalah petikan cak dan cuk yang saling bersahutan.
Mulai baca- Asal-usul keroncong0:23
- Alat musik keroncong0:19
- Jenis keroncong0:17
- Mulai dengar dari mana0:14
- Cocok untuk suasana apa0:16
- Artikel tentang keroncong0:25
- Pertanyaan umum0:14
Asal-usul keroncong
Pelaut dan pedagang Portugis datang ke Nusantara pada abad ke-16 dengan membawa alat musik petik kecil. Keturunan mereka dan para budak yang dimerdekakan menetap di Kampung Tugu, Jakarta Utara. Di sana musik itu bertahan dan dikenal sebagai keroncong Tugu.
Nama keroncong diduga meniru bunyi "crong" dari alat petik tersebut. Pada akhir abad ke-19, keroncong menyebar lewat pertunjukan komedi stambul. Pada abad ke-20 ia menyebar lewat radio dan piringan hitam, lalu menyerap unsur Jawa di Solo.
Alat musik keroncong
Orkes keroncong tidak memakai drum. Irama dibentuk oleh alat petik yang berbagi tugas.
| Alat | Tugas |
|---|---|
| Cuk | Ukulele tiga senar bernada rendah, memberi ketukan dasar |
| Cak | Ukulele empat senar bernada tinggi, mengisi di antara ketukan cuk |
| Cello petik | Dipetik, bukan digesek. Berperan seperti kendang |
| Bass betot | Menjaga nada dasar |
| Gitar | Memainkan rangkaian nada yang berjalan di bawah melodi |
| Biola dan flute | Membawa melodi dan mengisi sela vokal |
Jenis keroncong
- Keroncong asli. Bentuk baku dengan panjang 28 birama.
- Langgam. Bentuk 32 birama yang susunannya mirip lagu pop lama. "Bengawan Solo" termasuk langgam.
- Stambul. Berasal dari pertunjukan komedi stambul, dengan pembuka vokal tanpa iringan.
- Langgam Jawa. Memakai tangga nada dan cengkok Jawa, berkembang di Solo.
- Keroncong modern. Memadukan keroncong dengan pop, jazz, atau bossa nova.
Mulai dengar dari mana
- "Bengawan Solo", ditulis Gesang pada 1940. Lagu keroncong yang paling dikenal di luar Indonesia.
- Waldjinah, penyanyi langgam Jawa dari Solo. Mulai dari "Walang Kekek".
- Karya Ismail Marzuki, seperti "Sepasang Mata Bola".
- Sundari Soekotjo untuk rekaman keroncong dengan kualitas suara yang lebih baru.
Cocok untuk suasana apa
Tempo yang tenang dan tidak adanya drum membuat keroncong cocok untuk santai sore dan teman hujan. Keroncong berbahasa Jawa atau instrumental juga bisa menemani pekerjaan ringan.
Keroncong kurang cocok untuk olahraga karena ketukannya tidak menonjol. Bila Anda menyukai keroncong karena ayunan iramanya, jazz bertempo pelan adalah langkah berikutnya yang wajar.
Artikel tentang keroncong
- Keroncong Tujuh Putri dan lagu tema Superman versi keroncongGrup keroncong perempuan dari Bandung yang membawakan lagu tema Superman pada Juli 2025.2:49
- Keroncong menuju UNESCO: status usulan warisan budaya takbendaStatus usulan keroncong ke UNESCO, hambatan kuota, dan opsi pengusulan bersama negara lain.3:28
- Profil Waldjinah, penyanyi keroncong penerima Bintang Budaya 2025Penyanyi langgam Jawa dari Solo yang menerima Bintang Budaya Parama Dharma pada 2025.2:37
- Sejarah keroncong Tugu, musik keturunan Portugis di Jakarta UtaraMusik komunitas keturunan Portugis di Kampung Tugu yang bertahan lebih dari tiga abad.2:54
Pertanyaan umum
Apa beda cak dan cuk?
Cuk bersenar tiga dan bernada lebih rendah, bertugas memberi ketukan dasar. Cak bersenar empat dan bernada lebih tinggi, bertugas mengisi di antara ketukan cuk.
Siapa pencipta lagu Bengawan Solo?
Gesang Martohartono, musisi asal Solo. Ia menulis lagu itu pada 1940.