Profil Joey Alexander, pianis jazz asal Bali yang masuk nominasi Grammy
Joey Alexander adalah pianis jazz kelahiran Denpasar, Bali, 25 Juni 2003. Ia musisi Indonesia pertama yang masuk nominasi Grammy, dan pada 17 Juli 2026 merilis album studio kedelapannya, Celestial Keeper.
Mulai baca- Data singkat0:07
- Belajar sendiri sejak umur enam tahun0:28
- Dari video YouTube ke panggung New York0:29
- Nominasi Grammy0:14
- Daftar album0:17
- Album Celestial Keeper (2026)0:45
- Mulai mendengarkan dari mana0:19
- Pertanyaan umum0:24
- Sumber0:05
Dengar di YouTube · Spotify · Apple MusicLirik tidak kami muat karena hak cipta.
Data singkat
| Hal | Keterangan |
|---|---|
| Nama lengkap | Josiah Alexander Sila |
| Lahir | 25 Juni 2003, Denpasar, Bali |
| Alat musik | Piano |
| Pindah ke New York | 2014 |
| Album studio | 8, menurut keterangan album terbarunya |
Belajar sendiri sejak umur enam tahun
Joey mulai bermain piano pada usia enam tahun. Alat pertamanya keyboard listrik kecil pemberian ayahnya, Denny Sila. Ia belajar dengan telinga, meniru lagu dari koleksi album jazz milik ayahnya.
Keluarganya lalu pindah dari Denpasar ke Jakarta supaya ia dekat dengan musisi jazz terbaik di Indonesia. Pada usia delapan tahun, ia bermain di hadapan pianis Herbie Hancock, yang saat itu berkunjung ke Jakarta sebagai duta UNESCO.
Pada 2013 ia memenangi Grand Prix di Master-Jam Fest di Odesa, Ukraina. Menurut Wikipedia, lomba itu diikuti 43 musisi dari 17 negara.
Dari video YouTube ke panggung New York
Peniup trompet Wynton Marsalis mengenal Joey dari sebuah video YouTube yang disarankan temannya. Marsalis memimpin Jazz at Lincoln Center, lembaga jazz di New York. Ia mengundang Joey tampil di acara gala lembaga itu pada Mei 2014.
Joey berusia 10 tahun saat itu. Penampilan tersebut menjadi debutnya di Amerika Serikat. Pada tahun yang sama keluarganya pindah ke New York.
Album pertamanya, My Favorite Things, rilis pada 12 Mei 2015. Album ini mencapai posisi 59 di Billboard 200, tangga album semua genre di Amerika Serikat, dan posisi 1 di tangga Top Jazz Albums.
Nominasi Grammy
| Tahun | Kategori | Karya | Hasil |
|---|---|---|---|
| 2016 | Best Improvised Jazz Solo | Giant Steps | Nominasi |
| 2016 | Best Jazz Instrumental Album | My Favorite Things | Nominasi |
| 2017 | Best Improvised Jazz Solo | Countdown | Nominasi |
Joey belum pernah menang. Ketiganya berakhir sebagai nominasi. Pada 2016 ia juga tampil langsung di Premiere Ceremony, bagian acara Grammy sebelum siaran televisi utama.
Giant Steps adalah komposisi John Coltrane.
Daftar album
| Tahun | Album | Label |
|---|---|---|
| 2015 | My Favorite Things | Motéma |
| 2016 | Countdown | Motéma |
| 2017 | Joey.Monk.Live! | Motéma |
| 2018 | Eclipse | Motéma |
| 2020 | Warna | Verve |
| 2022 | Origin | Mack Avenue |
| 2023 | Continuance | Mack Avenue |
| 2026 | Celestial Keeper | Mack Avenue |
Origin adalah album pertamanya yang seluruhnya berisi komposisi sendiri. Album pertamanya berbeda: dari sembilan lagu di My Favorite Things, hanya satu yang ia tulis sendiri, yaitu Ma Blues. Sisanya karya Coltrane, Thelonious Monk, Dizzy Gillespie, dan penulis lagu lama lainnya.
Album Celestial Keeper (2026)
Celestial Keeper rilis pada 17 Juli 2026. Menurut halaman Bandcamp resminya, album ini memuat tujuh komposisi baru dan tiga lagu lama: Stella by Starlight, My Funny Valentine, dan How Great Thou Art.
Keterangan album menyebut ilhamnya datang dari alam dan irama hidup di Indonesia. Rekaman dilakukan pada 12 sampai 14 Mei 2025 di studio The Samurai Hotel, Astoria, New York. Produsernya Jason Olaine, dengan Denny Sila sebagai ko-produser.
| Pemain | Peran |
|---|---|
| Joey Alexander | Piano dan Fender Rhodes |
| Kris Funn | Bas akustik dan bas listrik |
| Jonathan Barber | Drum |
| Jaleel Shaw | Saksofon alto dan sopran |
| Lisa Fischer, Alita Moses | Vokal |
Fender Rhodes adalah piano listrik dengan bunyi yang lebih lembut daripada piano biasa. Dua lagu, Bemused dan Bemused Again, adalah improvisasi piano tunggal.
Dua pekan sebelum album rilis, Joey tampil di Indonesia. Ia bermain pada hari kedua Prambanan Jazz 2026, 4 Juli 2026. Ia juga pernah tampil di upacara pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta.
Mulai mendengarkan dari mana
- My Favorite Things (2015). Hampir semuanya lagu karya musisi lain. Direkam pada Oktober 2014, saat ia berusia 11 tahun.
- Origin (2022). Semua komposisi sendiri. Cocok bila ingin mengenal suaranya sebagai penulis lagu.
- Celestial Keeper (2026). Yang terbaru, dengan vokal dan piano listrik.
Musik piano instrumental seperti ini bisa masuk daftar putar fokus kerja. Dasar-dasar musiknya ada di halaman jazz.
Pertanyaan umum
Apakah Joey Alexander pernah menang Grammy?
Belum. Ia tiga kali masuk nominasi, dua pada 2016 dan satu pada 2017. Menurut Wikipedia, ia musisi Indonesia pertama yang masuk nominasi Grammy.
Joey Alexander berasal dari mana?
Ia lahir di Denpasar, Bali, pada 25 Juni 2003. Keluarganya pindah ke Jakarta, lalu ke New York pada 2014.
Apa album terbaru Joey Alexander?
Celestial Keeper, rilis pada 17 Juli 2026 lewat Mack Avenue Records. Album ini berisi sepuluh lagu, tujuh di antaranya komposisi baru.
Sumber
- Wikipedia: Joey Alexander
- Bandcamp: Celestial Keeper, by Joey Alexander
- Liputan6: Prambanan Jazz 2026 digelar 3-5 Juli
Artikel lain tentang jazz
- Profil Samara Joy, penyanyi jazz muda dengan enam piala GrammyPenyanyi jazz kelahiran 1999 dari Bronx yang sudah mengumpulkan enam Grammy.3:14
- Album A Matter of Time dari Laufey: isi, tema, dan capaian tangga laguAlbum ketiga Laufey: 14 lagu, posisi 4 Billboard 200, dan satu piala Grammy.2:44
- Daftar pemenang Grammy 2026 kategori jazz dan album yang perlu didengarEnam kategori jazz di Grammy ke-68, dari Samara Joy sampai Nate Smith.3:18