Lagu lo-fi buatan AI di layanan streaming dan cara mengenalinya
Lagu lo-fi buatan AI adalah lagu yang seluruhnya dihasilkan mesin, lalu diunggah ke layanan streaming atau YouTube. Deezer melaporkan bahwa pada Juni 2026 lebih dari separuh unggahan harian ke layanannya adalah lagu seperti ini.
Mulai baca- Mengapa lo-fi mudah ditiru mesin0:34
- Data Deezer dari 2025 sampai 20260:24
- Banyak diunggah, sedikit didengar0:27
- Apa yang dilakukan layanan streaming0:18
- Cara mengenali lagu lo-fi buatan AI0:43
- Pertanyaan umum0:34
- Sumber0:16
Mengapa lo-fi mudah ditiru mesin
Musik lo-fi biasanya tanpa vokal, pendek, dan berulang. Pendengar sering memutarnya sebagai latar saat belajar, tanpa melihat siapa pembuatnya. Tiga sifat ini membuat lagu buatan mesin sulit dibedakan dari karya produser.
The Daily Dot menulis soal ini pada 15 November 2024. Media itu menyoroti kanal YouTube bernama "What is ?" yang berdiri September 2024. Dalam dua bulan, kanal itu merilis delapan playlist berisi sekitar 16 lagu, tanpa satu pun nama musisi.
Kecurigaan muncul dari Derrick Gee, pembuat konten musik di TikTok. Menurut The Daily Dot, pengelola kanal meminta videonya dihapus tetapi tidak membantah pemakaian AI. Kanal itu sudah punya lebih dari 130 ribu pelanggan saat artikel terbit.
Data Deezer dari 2025 sampai 2026
Deezer adalah layanan streaming asal Prancis yang rutin mengumumkan jumlah lagu AI yang masuk. Perusahaan ini memakai alat deteksi sendiri sejak Januari 2025. Angka di bawah ini berasal dari laporan TechCrunch dan siaran pers Deezer tertanggal 21 Juli 2026.
| Bulan | Lagu AI per hari | Porsi dari unggahan harian |
|---|---|---|
| Januari 2025 | 10.000 | 10% |
| April 2025 | 20.000 | 18% |
| September 2025 | 30.000 | 28% |
| November 2025 | 50.000 | 34% |
| Januari 2026 | 60.000 | 39% |
| April 2026 | 75.000 | 44% |
| Juni 2026 | 90.000 | lebih dari 50% |
Sepanjang 2025, Deezer mendeteksi dan menandai lebih dari 13,4 juta lagu AI.
Banyak diunggah, sedikit didengar
Jumlah unggahan yang besar tidak berarti lagu itu banyak diputar. Menurut Deezer, musik AI hanya menyumbang 1 sampai 3 persen dari seluruh pemutaran di layanannya.
Deezer juga menyatakan bahwa pada 2025 hingga 85 persen pemutaran lagu yang sepenuhnya buatan AI tergolong curang. Artinya lagu diputar oleh bot untuk mengambil royalti, bukan oleh pendengar sungguhan.
Ada kelemahan pada data ini. Semua angka berasal dari satu perusahaan dan hanya menggambarkan Deezer. Angka itu juga mencakup semua genre, bukan lo-fi saja. Tidak ada data resmi yang memisahkan porsi lo-fi.
Apa yang dilakukan layanan streaming
- Deezer. Lagu AI diberi tanda dan dikeluarkan dari rekomendasi. Menurut TechCrunch, lagu AI yang tidak diputar selama enam bulan atau terlibat kecurangan akan dihapus.
- Bandcamp. Melarang musik AI sepenuhnya, menurut TechCrunch.
- Tidal. Tidak membayar royalti untuk lagu AI.
- Apple Music. Memakai sistem penanda AI yang bersifat sukarela.
- Spotify. Punya kebijakan pemakaian AI sendiri sejak September 2025.
Cara mengenali lagu lo-fi buatan AI
Tidak ada cara yang pasti. Survei Ipsos untuk Deezer pada November 2025 melibatkan 9.000 orang di delapan negara. Hasilnya, 97 persen peserta tidak bisa membedakan musik AI dari musik buatan manusia dalam uji dengar.
Karena telinga sulit diandalkan, periksa hal di luar bunyi:
- Nama musisi. Playlist yang baik mencantumkan pembuat tiap lagu. The Daily Dot menjadikan tidak adanya nama musisi sebagai tanda pertama.
- Jumlah rilis. Puluhan lagu baru dalam beberapa minggu dari satu nama patut dicurigai.
- Label di YouTube. Sebagian kanal mencantumkan keterangan konten sintetis di deskripsi video.
- Jejak di luar streaming. Produser sungguhan biasanya punya halaman Bandcamp, akun media sosial, atau rilisan fisik.
Bila ingin mendukung produser manusia, pilih kanal yang menulis nama musisinya. Panduan cara menemukan musik baru bisa membantu Anda mencari di luar rekomendasi otomatis. Setelah itu, susun sendiri daftar putar untuk fokus kerja.
Pertanyaan umum
Apakah semua lagu lo-fi di YouTube dibuat AI?
Tidak. Kanal seperti Lofi Girl menyatakan musiknya dibuat manusia dan mencantumkan nama musisi. Namun sejak 2024 muncul kanal baru yang diduga memakai AI dan tidak menulis nama pembuat lagu.
Berapa banyak lagu AI yang diunggah ke Deezer?
Menurut Deezer, sekitar 90.000 lagu per hari pada Juni 2026, atau lebih dari separuh unggahan harian. Pada Januari 2025 angkanya baru 10.000 lagu per hari.
Apakah mendengarkan lagu lo-fi buatan AI itu salah?
Itu pilihan pribadi. Yang menjadi masalah bagi industri adalah kecurangan pemutaran dan berkurangnya bagian royalti untuk musisi. Survei Ipsos untuk Deezer mencatat 80 persen responden ingin lagu AI diberi label yang jelas.
Sumber
- Deezer Newsroom: AI Music Tops 50% of Daily Uploads on Deezer
- TechCrunch: Music streamer Deezer says more than 50% of daily uploads are AI-generated
- The Daily Dot: Are the 'lo-fi beats' you're chilling to on YouTube actually made with AI?
- Engadget: Lofi Girl returns with a new house music station and vinyl compilation
Artikel lain tentang lo-fi
- Musisi lo-fi Indonesia: lima nama untuk mulai didengarLima nama lo-fi lokal yang tercatat di media, dari SeteruSunyi sampai Masiyoo.3:02
- Tren study with me: asal-usul video belajar bareng di YouTubeVideo belajar bareng asal Korea Selatan yang lekat dengan musik lo-fi dan teknik Pomodoro.3:11
- Beda lo-fi dan chillhop: dua nama untuk musik yang berdekatanLo-fi menunjuk mutu rekaman, chillhop menunjuk suasana, dan juga nama label dari Rotterdam.3:08