Kenapa Koes Bersaudara dipenjara pada 1965: kronologi dan dua versi ceritanya
Koes Bersaudara dipenjara pada 1965 karena dituduh memainkan musik kebarat-baratan yang saat itu disebut ngak ngik ngok. Mereka ditahan sekitar tiga bulan di Penjara Glodok, Jakarta, tanpa proses pengadilan.
Mulai baca- Siapa Koes Bersaudara0:26
- Latar belakang: musik ngak ngik ngok0:21
- Kronologi penahanan0:30
- Lagu yang lahir dari penjara0:19
- Versi Yok Koeswoyo: operasi kontra intelijen0:39
- Mana yang benar0:30
- Pertanyaan umum0:23
- Sumber0:11
Siapa Koes Bersaudara
Koes Bersaudara adalah grup musik yang dibentuk pada 1958 oleh anak-anak keluarga Koeswoyo dari Tuban, Jawa Timur. Kata "Koes" diambil dari nama ayah mereka. Pada awalnya mereka membawakan lagu Barat, lalu menulis lagu sendiri.
Saat ditahan pada 1965, personelnya empat orang.
| Nama | Peran |
|---|---|
| Tonny Koeswoyo | Gitar utama |
| Nomo Koeswoyo | Drum |
| Yon Koeswoyo | Vokal dan gitar pengiring |
| Yok Koeswoyo | Bas dan vokal |
Kakak tertua, John Koeswoyo, sudah keluar sebelum peristiwa ini. Grup ini kelak berganti nama menjadi Koes Plus dan menjadi salah satu nama terbesar pop dan rock Indonesia.
Latar belakang: musik ngak ngik ngok
Pada awal 1960-an, pemerintahan Presiden Soekarno menentang pengaruh budaya Barat. Musik rock and roll dianggap bagian dari imperialisme. Soekarno menyebutnya musik ngak ngik ngok.
Menurut Tempo, musik seperti itu dicap dekaden, tidak patriotik, dan meracuni jiwa anak muda. Koes Bersaudara tetap membawakan lagu The Beatles dan Elvis Presley di panggung. Di masa yang sama, musik yang dianggap berkepribadian nasional seperti keroncong didorong pemerintah.
Kronologi penahanan
| Waktu | Peristiwa |
|---|---|
| 29 Juni atau 1 Juli 1965 | Tonny, Yon, dan Yok ditangkap dan dibawa ke Penjara Glodok |
| Beberapa hari kemudian | Nomo, yang sedang bepergian, datang menyerahkan diri sebagai bentuk solidaritas |
| 29 September 1965 | Keempatnya dibebaskan tanpa penjelasan |
| 30 September 1965 | Peristiwa G30S terjadi, sehari setelah pembebasan |
| 1967 | Koes Bersaudara kembali ke studio rekaman |
Tanggal penangkapan berbeda antarsumber. CNN Indonesia menulis 29 Juni 1965. Tempo menulis 1 Juli 1965 dan menyebut penangkapnya pasukan Komando Operasi Tertinggi (KOTI). Kedua media menulis tanggal bebas 29 September 1965, sedangkan Kompas.com menulis 27 September 1965.
Tidak ada pengadilan dalam kasus ini. Tempo menyebut tuduhannya tidak punya dasar hukum.
Lagu yang lahir dari penjara
Pengalaman di Glodok menjadi bahan lagu. Setelah bebas, Koes Bersaudara merekam album To the So Called the Guilties. Judul itu kurang lebih berarti "untuk mereka yang disebut bersalah".
Lagu lain dari masa itu antara lain Di Dalam Bui dan Balada Kamar 15. Keduanya bercerita tentang hari-hari di tahanan. Menurut Tempo, rekaman dilakukan pada 1967 bersama label Dimita.
Versi Yok Koeswoyo: operasi kontra intelijen
Puluhan tahun kemudian muncul versi lain. Menurut Tempo, personel Koes Plus yang masih hidup bercerita di acara televisi Kick Andy pada akhir 2008. Mereka mengatakan penahanan itu sebenarnya bagian dari tugas negara.
Dalam versi ini, pemerintahan Soekarno menyiapkan Koes Bersaudara untuk operasi kontra intelijen yang mendukung gerakan Ganyang Malaysia. Penahanan dibuat agar mereka tampak dimusuhi pemerintah Indonesia. Rencana itu tidak berlanjut karena situasi politik berubah setelah G30S.
Yok mengulang cerita itu pada Oktober 2023 di sebuah program bincang-bincang yang dikutip Kompas.com. Ia menyebut mereka tergabung dalam KOTI dan akan dipakai karena sudah punya penggemar di Malaysia, Singapura, dan Filipina Selatan.
Kepada CNN Indonesia pada 2016, Yok menyebut hukuman itu hanya drama pemberitaan. Ia juga mengatakan merasa Koes Bersaudara sangat disudutkan dalam kasus itu.
Mana yang benar
Dua versi itu belum bisa dipastikan. Berikut bedanya.
| Hal | Versi umum | Versi Yok Koeswoyo |
|---|---|---|
| Alasan ditahan | Memainkan musik Barat yang dilarang | Penyamaran untuk tugas negara |
| Sumber | Pemberitaan dan catatan sejarah musik | Kesaksian personel, disampaikan sejak 2008 |
| Bukti tertulis | Tidak ada putusan pengadilan | Tidak ada dokumen yang dimuat media |
Pengamat musik yang diwawancarai CNN Indonesia menilai alasan musik saja terasa janggal dan menduga ada unsur politik. Namun kesaksian Yok datang dari satu pihak dan tidak disertai dokumen. Yang pasti hanya ini: empat bersaudara itu ditahan sekitar tiga bulan tanpa diadili.
Ingin mendengar musik Indonesia era 1960-an lainnya? Ikuti cara menemukan musik baru dan mulai dari Koes Bersaudara.
Pertanyaan umum
Berapa lama Koes Bersaudara dipenjara?
Sekitar tiga bulan. Mereka ditangkap pada akhir Juni atau awal Juli 1965 dan dibebaskan pada 29 September 1965.
Apa itu musik ngak ngik ngok?
Ngak ngik ngok adalah sebutan yang dipakai Presiden Soekarno untuk musik rock and roll dan musik Barat sejenis, yang saat itu dianggap bertentangan dengan kebudayaan nasional.
Apakah Koes Bersaudara diadili?
Tidak. Menurut CNN Indonesia dan Tempo, mereka ditahan tanpa proses pengadilan dan dibebaskan tanpa alasan yang dijelaskan.
Sumber
- Tempo: Koes Bersaudara Dibebaskan dari Penjara Glodok Sehari Sebelum G30S 1965
- CNN Indonesia: Koes Bersaudara Rela Masuk Bui Demi Indonesia
- Kompas.com: Konspirasi Koes Plus Dipenjara demi Misi Operasi Kontra Intelijen
- Wikipedia bahasa Indonesia: Koes Bersaudara
Artikel lain tentang rock
- Makna lagu Nina dari .Feast: pesan seorang ayah untuk putrinyaLagu .Feast tentang ayah yang bekerja jauh dan doa agar anaknya tumbuh lebih baik.2:51
- Makna lagu Sederhana dari Sheila on 7, singel ulang tahun ke-30Singel Sheila on 7 di usia 30 tahun, tentang membedakan kebutuhan dan keinginan.2:55
- Album Seringai IV: Anastasis, daftar lagu dan kisah di balik riff terakhir Ricky SiahaanAlbum keempat Seringai, 12 lagu, memuat permainan gitar terakhir Ricky Siahaan.3:07