Cara menyusun playlist yang enak didengar
Playlist yang enak didengar punya satu suasana, 20–30 lagu, dan tempo yang naik-turun bertahap. Urutan lagu sama penting dengan pilihan lagunya.
Mulai baca- Tujuh langkah menyusun playlist0:31
- Contoh kurva tempo satu jam0:20
- Menyambung dua lagu0:25
- Uji dan rawat0:15
- Kesalahan yang sering terjadi0:16
- Pertanyaan umum0:16
Tujuh langkah menyusun playlist
- Pilih satu suasana. Tulis tujuannya dalam satu kalimat, misalnya "teman menyetir pulang kerja". Playlist untuk kerja dan playlist untuk pesta sebaiknya dipisah.
- Kumpulkan dulu, saring kemudian. Masukkan 40–50 lagu calon tanpa banyak berpikir. Menyaring lebih mudah daripada mencari.
- Pangkas menjadi 20–30 lagu. Itu sekitar 60–90 menit, cukup untuk satu sesi.
- Buka dengan lagu yang sudah dikenal. Lagu pertama menentukan apakah orang lanjut mendengarkan.
- Atur naik-turun tempo bertahap. Hindari lompatan lebih dari 20 BPM antara dua lagu berurutan.
- Selang-seling artis. Jangan menaruh dua lagu dari artis yang sama berdampingan.
- Tutup dengan lagu pelan. Akhir yang tenang memberi rasa selesai.
Contoh kurva tempo satu jam
Pola yang paling aman berbentuk bukit: naik perlahan, mencapai puncak setelah pertengahan, lalu turun.
| Urutan lagu | Peran | Tempo |
|---|---|---|
| 1–2 | Pembuka yang dikenal | 95–105 BPM |
| 3–6 | Membangun | 105–115 BPM |
| 7–8 | Jeda, satu lagu lebih pelan | 90–100 BPM |
| 9–13 | Puncak | 115–128 BPM |
| 14–16 | Turun | 100–110 BPM |
| 17–18 | Penutup | 80–90 BPM |
Angka di atas adalah contoh untuk playlist bertempo sedang. Untuk suasana lain, geser seluruh rentangnya dan pertahankan bentuk bukitnya. Rentang tiap suasana ada di musik menurut suasana.
Menyambung dua lagu
Dua lagu terasa menyambung bila ada yang sama di antara keduanya. Cukup satu dari empat hal ini:
- Tempo yang berdekatan.
- Alat musik utama yang sama, misalnya sama-sama gitar akustik.
- Era rekaman yang sama, sehingga warna suaranya mirip.
- Nada dasar yang sama atau berdekatan.
Perhatikan juga akhir dan awal lagu. Lagu yang berakhir dengan memudar enak disambung dengan lagu yang punya intro pelan. Lagu yang berakhir tegas bisa langsung disambung lagu yang dibuka dengan drum. Bagian-bagian lagu dijelaskan di struktur lagu.
Uji dan rawat
- Dengarkan dari awal sampai akhir tanpa putar acak, dalam keadaan yang sesuai dengan tujuan playlist.
- Buang lagu yang Anda lewati dua kali.
- Tambah lagu baru sedikit demi sedikit. Lihat cara menemukan musik baru.
- Beri nama yang menjelaskan isi. "Menyetir malam, synth" lebih mudah dicari daripada "Playlist 7".
Kesalahan yang sering terjadi
- Terlalu panjang. Playlist 300 lagu berubah menjadi gudang. Suasananya hilang.
- Semua lagu di puncak. Tanpa jeda, telinga lelah dan puncak tidak terasa sebagai puncak.
- Mengandalkan putar acak. Putar acak membatalkan semua pengaturan urutan.
- Perbedaan volume. Rekaman lama biasanya lebih pelan daripada rekaman baru. Nyalakan perataan volume di aplikasi.
Pertanyaan umum
Berapa jumlah lagu yang ideal dalam satu playlist?
Sekitar 20–30 lagu, atau 60–90 menit. Untuk acara yang lebih panjang, siapkan cadangan kira-kira setengah dari lama acara.
Apakah playlist sebaiknya diputar acak?
Tidak bila Anda sudah mengatur urutannya. Putar acak cocok untuk koleksi besar yang tidak disusun, bukan untuk playlist dengan alur tempo.