Profil Waldjinah, penyanyi keroncong penerima Bintang Budaya 2025

Waldjinah adalah penyanyi keroncong dan langgam Jawa asal Solo yang lahir pada 7 November 1945. Pada 25 Agustus 2025 ia menerima Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Oleh Redaksi Sumo38 · Editor Rizky Ramadhan · 3 menit baca · Diperbarui

Mulai baca
  1. Dari lomba radio ke panggung nasional0:25
  2. Walang Kekek dan langgam Jawa0:35
  3. Bintang Budaya Parama Dharma 20250:22
  4. Kabar terbaru pada usia 80 tahun0:24
  5. Lagu untuk mulai mendengarkan0:17
  6. Pertanyaan umum0:23
  7. Sumber0:11

Dengar di YouTube · Spotify · Apple MusicLirik tidak kami muat karena hak cipta.

Dari lomba radio ke panggung nasional

Waldjinah lahir di Solo pada 7 November 1945. Ia anak kesepuluh di keluarganya. Menurut Wikipedia bahasa Inggris, ayahnya bekerja di pabrik batik dan ibunya berjualan makanan.

Namanya mulai dikenal pada 1958, ketika ia memenangi lomba menyanyi Ratu Kembang Kacang di RRI Surakarta. Usianya waktu itu sekitar 12 tahun.

Pada 1965 ia menjadi juara pertama Bintang Radio tingkat nasional untuk jenis keroncong. Lomba Bintang Radio saat itu adalah jalur utama bagi penyanyi untuk dikenal di seluruh Indonesia.

Walang Kekek dan langgam Jawa

Pada 1968 Waldjinah merekam Walang Kekek. Lagu jenaka berbahasa Jawa ini membuat namanya melekat pada langgam Jawa, yaitu keroncong yang memakai bahasa dan cengkok Jawa.

Ia bernyanyi bersama Orkes Keroncong Bintang Surakarta. Ia juga membawakan lagu dari banyak pencipta, termasuk Gesang dan Andjar Any.

Jumlah rekamannya besar. Menurut detikJateng, Waldjinah menghasilkan 34 album piringan hitam dan 176 album kaset yang memuat 1.766 lagu. Wikipedia bahasa Inggris memakai angka bulat, yaitu sekitar 200 album dan lebih dari 1.500 lagu.

TahunPeristiwa
1945Lahir di Solo pada 7 November
1958Juara Ratu Kembang Kacang di RRI Surakarta
1965Juara pertama Bintang Radio tingkat nasional
1968Merekam Walang Kekek
2013Menerima penghargaan legenda dari Anugerah Musik Indonesia
2025Menerima Bintang Budaya Parama Dharma

Bintang Budaya Parama Dharma 2025

Pada 25 Agustus 2025 Waldjinah hadir di Istana Negara, Jakarta, untuk menerima Bintang Budaya Parama Dharma. Ia datang ditemani anak sulungnya, Bambang Heri Santoso.

Menurut Solopos, ada 141 orang yang menerima tanda kehormatan pada upacara itu. Di antaranya aktris Christine Hakim, Eros Djarot, dan mendiang Titiek Puspa.

Bambang menjelaskan kepada Solopos bahwa ibunya menerima penghargaan itu karena kegiatannya melestarikan keroncong. Sebelum pandemi, Waldjinah membuka kursus keroncong gratis di rumahnya.

Kabar terbaru pada usia 80 tahun

Waldjinah masih muncul di acara keroncong. Ia hadir pada pembukaan Solo Keroncong Festival di Benteng Vastenburg pada 25 Juli 2025, menurut laman Pemerintah Kota Surakarta.

Pada Februari 2026 Kompas menemuinya di Kampung Mangkuyudan, Solo. Ia mengatakan masih ingin bernyanyi dan mengajar. Ia juga mengakui suaranya kini turun sekitar satu oktaf.

Dalam wawancara itu Kompas mencatat ia sudah bertemu delapan presiden Indonesia, dari Soekarno sampai Prabowo Subianto. Kariernya sudah berjalan lebih dari 60 tahun.

Lagu untuk mulai mendengarkan

  • Walang Kekek. Lagu jenaka yang paling sering dikaitkan dengan namanya.
  • Yen Ing Tawang Ana Lintang. Langgam Jawa karya Andjar Any tentang rindu.
  • Caping Gunung. Tentang ibu yang menanti anaknya pulang.
  • Jangkrik Genggong. Tentang patah hati, dengan perumpamaan jangkrik.

Keempat lagu ini bertempo pelan sampai sedang. Semuanya cocok untuk daftar putar santai sore.

Pertanyaan umum

Kapan dan di mana Waldjinah lahir?

Waldjinah lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 7 November 1945. Ia anak kesepuluh di keluarganya.

Penghargaan apa yang diterima Waldjinah pada 2025?

Ia menerima Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 25 Agustus 2025.

Mengapa Waldjinah dijuluki Ratu Keroncong?

Julukan itu muncul karena karier panjangnya di keroncong dan langgam Jawa, sejak menang lomba pada 1958 dan menjadi juara Bintang Radio nasional pada 1965.

Sumber

Artikel lain tentang keroncong

  1. Sejarah keroncong Tugu, musik keturunan Portugis di Jakarta UtaraMusik komunitas keturunan Portugis di Kampung Tugu yang bertahan lebih dari tiga abad.2:54
  2. Keroncong Tujuh Putri dan lagu tema Superman versi keroncongGrup keroncong perempuan dari Bandung yang membawakan lagu tema Superman pada Juli 2025.2:49
  3. Keroncong menuju UNESCO: status usulan warisan budaya takbendaStatus usulan keroncong ke UNESCO, hambatan kuota, dan opsi pengusulan bersama negara lain.3:28

Baca juga

Sedang dibacaPembuka

0:00