Sejarah keroncong Tugu, musik keturunan Portugis di Jakarta Utara
Keroncong Tugu adalah gaya keroncong dari Kampung Tugu, Jakarta Utara. Musik ini dirawat oleh keturunan orang Portugis yang dibawa ke Batavia setelah Malaka jatuh ke tangan Belanda pada 1641 dan dimerdekakan pada 1661.
Mulai baca- Asal-usul Kampung Tugu0:25
- Alat musik khas Tugu0:27
- Grup yang menjaga musik ini0:29
- Lagu dan tradisi0:24
- Status warisan budaya0:32
- Pertanyaan umum0:23
- Sumber0:14
Asal-usul Kampung Tugu
Pada 1641 Malaka, yang sebelumnya dikuasai Portugis, jatuh ke tangan Belanda. Menurut CNN Indonesia, orang-orang Portugis dari Goa, Sri Lanka, dan Malaka lalu dibawa ke Batavia sebagai tawanan dan budak.
Pada 1661 sebagian dari mereka dimerdekakan dan ditempatkan di Kampung Tugu. Jumlahnya sekitar 23 keluarga. Mereka disebut Mardijker, kata yang berkaitan dengan kata merdeka.
Kemerdekaan itu bersyarat. Mereka harus pindah dari Katolik ke Protestan dan memakai nama keluarga Belanda. Musik menjadi salah satu cara mereka menjaga ingatan tentang asal-usulnya.
Alat musik khas Tugu
Orang Tugu membuat sendiri alat petiknya dari kayu yang ada di sekitar kampung. Dua sumber menyebut kayu kenanga sebagai bahan utamanya.
| Alat | Keterangan |
|---|---|
| Macina | Gitar kecil bersenar empat |
| Frunga | Gitar kecil bersenar tiga, juga ditulis prounga |
| Jitera | Gitar berukuran paling besar di antara ketiganya |
Bunyi petikan alat kecil itulah yang ditiru menjadi kata keroncong. Dalam orkes keroncong masa kini, peran macina dan frunga diteruskan oleh cak dan cuk.
Penamaan alat berbeda di tiap sumber. Peneliti Jan Beukhof, yang dikutip CNN Indonesia, mencatat tiga ukuran gitar dengan nama guitera, matjina, dan krontjong.
Grup yang menjaga musik ini
| Grup | Berdiri | Tokoh |
|---|---|---|
| Orkes Poesaka Krontjong Moresco Toegoe | 1925 | Joseph Quiko |
| Krontjong Toegoe | 11 Juli 1988 | Arend Juan Michiels, kini dipimpin Arthur James Michiels |
| Keroncong Tugu Cafrinho | 1991 | Guido Quiko |
Orkes Moresco Toegoe adalah catatan tertulis paling awal tentang kegiatan musik warga Tugu. Nama lengkapnya memuat angka 1661, tahun yang dianggap sebagai awal kampung itu.
Menurut Good News From Indonesia, kegiatan orkes sempat berhenti sekitar 20 tahun sejak 1950-an. Keamanan kampung saat itu buruk dan banyak warga pindah.
Krontjong Toegoe sudah merilis beberapa album, antara lain De Mardijkers dan Krontjong Toegoe in Blue. Cafrinho merilis lagu Sirih Kuning pada 1994.
Lagu dan tradisi
Lagu-lagu lama Tugu memakai bahasa Kreol Tugu, campuran Portugis dan bahasa setempat. Contohnya Cafrinho, Gatu du Matu, dan Jan Cagar Leite. Penutur asli terakhir bahasa itu, Mimi Abrahams, wafat pada 2012.
Warga Tugu juga punya dua tradisi awal tahun. Rabo-Rabo digelar setiap 1 Januari. Para pemusik berjalan dari rumah ke rumah sambil memainkan keroncong, dan tiap rumah mengirim satu orang untuk ikut rombongan.
Sepekan kemudian ada Mandi-Mandi. Warga saling mengoleskan bedak ke wajah sebagai tanda saling memaafkan.
Status warisan budaya
Keroncong Tugu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2016. Sertifikatnya diserahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada 28 Oktober 2016, bersama tujuh karya budaya Jakarta lain seperti gambang kromong dan soto Betawi.
Menurut Guido Quiko yang dikutip Poskota, Rabo-Rabo dan Mandi-Mandi menyusul ditetapkan pada 2019.
Tantangan terbesarnya adalah regenerasi. Arthur James Michiels bercerita kepada CNN Indonesia bahwa saat remaja ia sendiri enggan berlatih keroncong. Kini ia berharap tongkat estafet terus berpindah ke generasi berikutnya.
Rekaman keroncong Tugu tidak sebanyak keroncong Solo. Untuk mencarinya, pakai kiat di panduan cara menemukan musik baru. Pendengar jazz bisa mulai dari album Krontjong Toegoe in Blue.
Pertanyaan umum
Di mana letak Kampung Tugu?
Kampung Tugu berada di wilayah Cilincing, Jakarta Utara. Kampung ini dihuni keturunan orang Portugis sejak abad ke-17.
Apa beda keroncong Tugu dan keroncong Solo?
Keroncong Tugu memakai alat buatan kampung seperti macina dan frunga serta punya lagu berbahasa Kreol. Keroncong Solo berkembang sejak sekitar 1920 dengan tempo lebih pelan dan pengaruh musik Jawa.
Apakah keroncong Tugu sudah menjadi warisan budaya?
Sudah. Keroncong Tugu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2016.
Sumber
- CNN Indonesia: Babak awal keroncong Tugu
- CNN Indonesia: Segelintir mereka yang masih ada untuk keroncong Tugu
- Berita Jakarta: DKI terima 8 sertifikat penetapan warisan budaya takbenda
- Good News From Indonesia: Keroncong Tugu, salah satu harta karun Jakarta
- Poskota: Keroncong Tugu ditetapkan jadi warisan budaya tak benda
Artikel lain tentang keroncong
- Keroncong Tujuh Putri dan lagu tema Superman versi keroncongGrup keroncong perempuan dari Bandung yang membawakan lagu tema Superman pada Juli 2025.2:49
- Keroncong menuju UNESCO: status usulan warisan budaya takbendaStatus usulan keroncong ke UNESCO, hambatan kuota, dan opsi pengusulan bersama negara lain.3:28
- Profil Waldjinah, penyanyi keroncong penerima Bintang Budaya 2025Penyanyi langgam Jawa dari Solo yang menerima Bintang Budaya Parama Dharma pada 2025.2:37